Pengertian, Penyebab, Gejala, Cara Pencegahan Difetri Pada Anak

SHARE
Pengertian, Penyebab, Gejala, Cara Pencegahan Difetri Pada Anak

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis daftar Kejadian Luar Biasa Difteri pada November 2017.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteria rupanya sudah menelan banyak korban jiwa.

Penyakit Difteri sudah menyebar hingga ke-23 Provinsi di Indonesia.

Apa itu Penyakit Difteri?

Pengertian Difteri merupakan infeksi bakteri serius yang mempengaruhi selaput lendir tenggorokan dan hidung. Dilansir dari Heatline, penyebaran penyakit Difteri melalui kontak orang ke orang atau melalui kontak dengan benda-benda yang sudah terkontaminasi bakteri seperti cangkir.

Seseorang kemungkinan bisa terkena difteri jika mereka berada di sekitar orang terinfeksi yang bersih, batuk, atau meniup hidung mereka. Parahnya lagi penyakit ini tidak menunjukkan tanda atau gejala difteri. Gejala Difteri baru diketahui setelah enam minggu terinfeksi.

Apa Gejala-Gejala Difetri?

Gejala penyakit Difteri bermacam-macam mulai sakit tenggorokan, sura serak, susah menelan, kelenjar bengkak di leher, dan sebuah membran tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan menutupi amandel. Difteri pada anak akan membuat si kecil merasa sulit bernafas, menggigil, demam, dan nafas menjadi cepat seperti orang kelelahan, dan anak sulit makan.

Baca Juga: Hati-Hati Ini Dampak Anak Susah Makan

Cara Mencegah Difetri Pada Anak

Penyakit Difetri mudah menular. Penyakit ini dapat dicegah melalui penggunaan vaksin. Sayangnya saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak memberikan vaksin ke anak sebagai langkah pencegahan penyakit Difetri. Berikan vaksinasi pada anak saat mereka sudah berusia 4 sampai 6 bulan.

 

NO COMMENTS