6 Cara Mengajari Anak Belajar Berpuasa

SHARE
6 Cara Mengajari Anak Belajar Berpuasa

Perkembangan setiap anak memang berebda-beda, ada yang malas untuk berpuasa, ada yang bersemangat, bahkan ada juga yang melakukan puasa setengah hari.

Memang, anak yang belum baligh atau dewasa jadi tidak dilarang untuk berpuasa. Tapi akan lebih baik ajarkan anak sejak dini untuk berpuasa agar anak menjadi mandiri dan tidak kaget saat besar nanti.

Selain berpuasa, ajarakan juga ibadah lainnya seperti solat wajib, solat terawih, dan membaca ayat suci alquran yang dimulai dari Iqro. Tidak perlu dipaksakan yang penting anak mau belajar.

Bicara soal mengajari anak berpuasa sebenarnya mudah saja. Terpenting anak tahu bahwa sahur dilakukan pada dini hari, dan berbuka puasa setelah adzan magrib. Cipatakan suasana yang menyenangkan saat anak baru pertama kali berpuasa. Agar anak merasakan pengalaman yang baik untuk berpuasa. Simak yuk Bu cara mengajari anak belajar berpuasa sejak dini ini.

Tips Mengajari Anak Belajar Berpuasa

6 Cara Mengajari Anak Belajar Berpuasa

1. Jangan memaksa anak untuk belajar puasa sampai magrib. Lakukan saja secara bertahap misalnya pertama 3 jam, kemudian 4 jam, dan seterusnya. Dengan begitu anak terbiasa untuk menahan lapar dan haus.

2. Saat sang anak pada tahap berpuasa sehari penuh, biasanya ia akan lemas, rewel karena tidak kuat. Pada tahap seperti itu jangan memaksanakan anak karena bisa membahayakan kondisinya. Anda bisa memberikannya makanan kecil dan melanjutkan kembali puasanya sampai sore. Dengan begitu anak akan kuat seharian penuh berpuasa.

3. Apapun usahanya hargailah. Karena ada juga sang anak yang ingin berpuasa seharian penuh namun pada siang hari ia akan meminta makan. Jangan pernah mengejeknya atau memarahnya tapi hargailah usahanya dan bimbng untuk melakukan puasa dengan benar dengan memberikannya hiburan atau mengajaknya untuk tidur siang.

4. Jika sang anak sudah berhasil sampai tahap berpuasa hingga adzan magrib berkumandang, berikannya reward jika perlu. Bisa memberikannya menu buka favoritnya atau ada keinginan lain agar sang anak terus bersemangat dan menanamkan makna dan tujuan puasa.

5. Jangan pernah sekali-kali Anda mengeluh atau menunjukan rasa lemas berpuasa di depan anak karena anak akan ikut bermalas-malasan. Tunjukan bahwa puasa itu bukan penderitaan tapi hal yang menyenangkan. Sehingga sang anak pun akan termotivasi untuk berpuasa terus.

6. Perhatikan juga kesehatan sang anak. Sebab kondisi anak berbeda-beda meskipun seusianya sudah sanggup untuk kuat berpuasa tapi jangan sampai dipaksakan. Jika anda menunjukan tanda-tanda sakit, berikan nutrisi yang cukup sampai kondisinya benar-benar pulih kembali untuk menjalankan puasa.

7. Salah satu kesenangan anak ketika berpuasa adalah saat momen bersama ibu dan ayahnya. Sang anak akan merasakan kasih sayang dari orangtuanya dan ia akan lebih kuat berpuasa seharian penuh.

Wanita kelahiran Bogor, 1 Mei 1994. Gemar membaca dan menulis di blog. Sekarang bekerja di Media Optify Indonesia sebagai Content Writer.

NO COMMENTS