Pikirkan Matang-Matang Sebelum Coba Bayi Tabung

SHARE
Pikirkan Matang-Matang Sebelum Coba Bayi Tabung

Mungkin bagi sebagian para pasangan yang sudah menikah namun tidak kunjung diberi keturunan hanya bisa mengambil 3 keputusan.

Pertama hidup tanpa anak. Kedua mengadopsi anak, dan ketiga memilih untuk coba bayi tabung. Apa itu bayi tabung? Bayi tabung adalah sebuah metode kedokteran yang diberikan sebagai solusi untuk mengatasi masalah kesuburan.

Proses bayi tabung terdiri dari 3, yakni mengendalikan proses ovulasi lalu memindahkan sel terlur kedalam ovarium wanita pada IVF (in Vitro Fertilization) yakni prosedur penyatuan sperma dengan sel telur dan dimasukan kembali ke dalam rahim. Setelah itu barulah terjadinya kehamilan

Meskipun bayi tabung dianggap sebagai solusi untuk secepatnya diberikan keturunan, tetapi ternyata banyak menyimpan resiko bagi yang menjalaninya. Berikut ini beberapa resiko yang harus ditanggung ketika memilih metode bayi tabung.

Resiko Menggunakan Metode Bayi Tabung Untuk Mempercepat Kehamilan

Pikirkan Matang-Matang Sebelum Coba Bayi Tabung

1. Cenderung Bayi Lahir Premature

Prosedur IVF dalam bayi tabung menunjukan adanya resiko bayi lahir preamtur yakni bayi yang lahir sebelum tepat 9 bulan. Tentunya berat badannya rendah dan membahayakan untuk bayinya sendiri.

2. Memicu Mengandung Lebih Dari Satu Janin

Lagi-lagi prosedur IVF penyebabnya karena pada proses ini para dokter akan melakukan implantasi lebih dari 1 embrio dari rahim sehingga ada kemungkinan terjadinya kehamilan multiple atau lebih dari satu janin dan meningkatnya resiko bayi lahir prematur.

4. Kemungkinanan Terjadinya Keguguran

Menggunakan metode bayi tabung meski terbilang cepat membuahkan hasil janin namun juga bisa memicu terjadi keguguran dengan cepat karena penggunaan embrio yang dibekukan pada prosedur IVF bayi tabung.

5. Hamil Di Luar Rahim

Saat proses implantasi yakni penempelan sel telur yang dibuahi sperma bisa memungkinkan terjadinya hamil diluar rahim (kehamilan ekotopik). Rahim akan berada di tuba falopi yakni saluran rahim,

6. Menderita Sindroma Hiperstimulasi Ovarium

Kondisi ini kemungkinan terjadi untuk wanita yang menggunakan metode bayi tabung karena injeksi berbagai obat penyubur sebagai penginduksi ovulasi. Sehingga menyebabkan akan terjadinya pembengkakan ovarium dan rasanya nyeri.

Tak hanya itu saja, ada gejala lain yang harus di lewati untuk siklus ibu bayi tabung yakni mual-mual, muntah, dan diare yang akan berlangsung hingga beberapa minggu masa kehamilan.

Baca Juga: Kiat Jitu Membeli Baju Anak-Anak Ala Ibu Cerdas

Reskio-resiko itu tentu harus dipikirkan matang-matang sebelum menggunakan metode bayi tabung ini mengingat tidak selamanya solusi itu berhasil akan lebih baik tanyakan dan konsultasikan ke dokter ahlinya untuk menanyakan seputar kesehatan anda sebagai wanita yang akan mengalami resiko-resiko tersebut.

NO COMMENTS