Ketahui Gejala Balita Alergi Susu Formula

SHARE
Ketahui Gejala Balita Alergi Susu Formula

Saat usia balita sudah diatas rata-rata pasti sudah saatnya meninggalkan Air Susu Ibu (ASI). Jika usia balita sudah mencapai umur diatas satu tahun sudah saatnya ia beralih ke susu formula atau susu sapi.

Susu Formula atau susu sapi bisa menjadi alternatif ibu sebagai kebutuhan nutrisi sehari-hari untuk balita kesayangannya. Dengan susu formula, ibu bisa tenang tanpa perlu repot untuk memeras susu ASI atau duduk untuk memberikan susu.

Membuat susu sapi hanya membutuhkan botol dengan dot serta air panas. Ibu bisa memberikannya ketika balita haus atau bisa diatur agar tidak mengganggu percernaan balita. Namun sayangnya, ada saja balita yang alergi susu sapi formula.

Alergi susu sapi formula memang jarang terjadi tetapi ada saja balita yang mengalaminya. Alergi susu sapi jika dibiarkan bisa membahayakan kondisi kesehatan balita untuk itu ibu harus tau, gejala atau ciri-ciri balita alergi susu formula.

Ciri-Ciri Balita Alergi Susu Sapi Atau Susu Formula

Ketahui Gejala Balita Alergi Susu Formula

Gejala balita alergi susu dibagi menjadi dua, ada yang langsung alergi ada juga yang membutuhkan waktu hingga alergi datang (tertunda) seperti penjelasan berikut ini.

1. Alergi Susu Sapi Langsung

Jika balita anda langsung mengalami alergi susu sapi biasanya hanya terjadi dalam hitungan menit hingga memerlukan waktu 1 jam. Gejalanya antara lain kulit memar seperti kemerah-merahan dan disertai bengkak seperti terkena gigitan binatang, sesak nafas, dan mual-mual sampai muntah-muntah. Reaksi ini di sebut reaksi anafilaksis dimana ketika balita mengalami ini harus  segara dioper ke rumah sakit untuk dilakukan terapi dengan suntikan adrenalin bernama epinefrin yang pasti akan dilukukan di rumah sakit.

2. Alergi Susu Sapi Tertunda

Baca Juga: Tips Awal Kehamilan – 3 Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Hamil Muda

Alergi susu sapi atau alergi susu formula ini memerlukan waktu hingga berjam-jam atau bahkan berhari-hari baru merasakan reaksi seperti fases atau buang air besarnya disertai darah, diare, perut nyeri, batuk-batuk, pilek, dan mata balita berair. Gejala itu disebut dengan nama reaksi diperantarai IgE. Jika balita anda mengalami hal ini segera konsultasikan ke dokter anak untuk mengetahui solusinya.

NO COMMENTS