Solusi Mendidik Anak yang Sudah Beranjak Remaja

SHARE
Solusi Mendidik Anak yang Sudah Beranjak Remaja

Pada umunya anak yang sudah beranjak remaja akan sulit untuk mendengarkan nasihat dan perkataan orang tua. Pada masa ini anak masih mencari jati dirinya. Selain itu, usia remaja akan membuat anak senang dengan kegiatan atau aktivitas diluar rumah.

Anak akan lebih sering bersama teman-temannya dibandingkan dengan orang tuanya.

Anak yang sudah beranjak remaja akan lebih aktif dan senang bersosialisasi dengan orang lain meskipun sebagai orang tua pasti selalu mempunyai rasa khawatir jika anak anda terjebak dalam pergaulan bebas yang bisa membawa kemaksiatan apalagi anak perempuan.

Anda tidak perlu khawatir sehingga selalu menentang dan melarang kegiatan putra-putri anda karena pada tulisan ini akan diberikan solusi tepat untuk mendidik anak remaja agar selalu bisa menjaga diri dari perbuatan jahat yang bisa merugikannya.

cara mendidik anak remaja yang benar

Solusi Mendidik Anak yang Sudah Beranjak Remaja

Bekali Dengan Ilmu Agama

Jika anda orang tua yang super sibuk, jangan pernah melewatkan siraman rohani berupa ilmu agama untuk anak Anda. Pendidikan agama akan melindungi anak anda dari perbuatan tercela. Lebih baik lagi, pendidikan agama diberikan sejak usianya masih dini agar  anak anda selalu ingat hal-hal yang dilarang maupun hal yang diperbolehkan.

Meskipun, di sekolahnya sudah diberikan pendidikan agama, sebagai orang tua anda juga mengingatkan ibadahnya agar ilmu-ilmu yang diberikan sekolah dilakukan dalam kehidupan nyata.

Jangan Berkata Kasar

Mungkin bagi anda, kata-kata makian lebih ampuh membuat anak menjadi takut dan nurut. Namun kata-kata itu justru akan membuat anak semakin membangkang dengan anda selaku orang tua. Untuk itu berikan nasihat atau masukan dengan kata-kata halus dan lembut agar anak selalu mengingat perkataan anda. Dengan begitu, anak akan merasa nyaman berada didekat anda.

Baca Juga: Makanan Pendamping Asi Untuk Nutrisi Bayi

Luangkan waktu untuk liburan

Walaupun anda adalah orang tuanya, tak menjadi batasan untuk bersahabat dengannya. Anda harus bisa menempatkan posisi anda sebagai sahabat yang seumuran dengannya yang bisa dijadikan sebagai tempat mencurahkan isi hatinya. Ajaklah ia berkomunikasi dan berlibur ke tempat yang ia sukai. Jika anda melakukan cara ini, sang anak akan menjadikan anda sebagai sahabatnya yang menyenangkan sehingga anak tidak selalu keluar bermain bersama teman-temannya.

Wanita kelahiran Bogor, 1 Mei 1994. Gemar membaca dan menulis di blog. Sekarang bekerja di Media Optify Indonesia sebagai Content Writer.

NO COMMENTS